Struktur Ruang

Struktur Ruang

Rencana Struktur Ruang Wilayah Provinsi meliputi sistem perkotaan atau pusat permukiman dalam wilayah, dan sistem jaringan prasarana wilayah yang mendukung. Pendekatan yang dipakai untuk melakukan kajian dan penetapan sistem perkotaan atau pusat permukiman tersebut, adalah perpaduan antara model frontier mercantile dan modelstaple export dalam teori organisasi pusat-pusat atau organisasi kota-kota (JW Simmons, The Organization of The Urban System).

Rencana struktur ruang wilayah provinsi merupakan rencana kerangka tata ruang wilayah provinsi yang dibangun oleh konstelasi pusat-pusat kegiatan (sistem perkotaan) yang berhirarki satu sama lain dan dihubungkan oleh sistem jaringan prasarana wilayah provinsi meliputi sistem jaringan transportasi, energi, telekomunikasi, sumber daya air, dan sistem jaringan lainnya yang mengintegrasikan dan memberikan layanan bagi pusatpusat kegiatan yang ada di wilayah provinsi.

Arahan Pengembangan Perkotaan 

Arahan pengembangan wilayah pada dasarnya adalah sebagai upaya dalam rangka penyebaran pertumbuhan ekonomi sedemikian rupa sehingga memberikan peluang kepadapenduduk yang secara geografis tinggal di kawasan perdesaan untuk berpartisipasi secara lebih efektif dalam menghasilkan kegiatan-kegiatan produktif serta memperoleh manfaat lebih besar dalam proses pembangunan wilayahnya

Perwilayahan Provinsi Banten direncanakan dalam Wilayah Kerja Pembangunan (WKP) dengan kedalaman penataan struktur pusat permukiman perkotaan, merupakanupaya untuk mengendalikan perkembangan kawasan perkotaan yang berkembang cenderung terus membesar dan berpotensi mendorong perkembangan mega urban di WKP I, menyeimbangkan perkembangan perkotaan lain di wilayah Banten dan mengendalikan perkembangan kawasan terbangun di perkotaan sesuai daya dukung dan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan.

Efisiensi pelayanan perkotaan ditentukan melalui skala  pelayanan wilayah dengan membentuk perwilayahan, dimana masing-masing WKP  memiliki satu pusat. Untuk itu, maka Propinsi Banten dibagi menjadi 3 Wilayah Kerja Pembangunan (WKP), yakni: WKP I meliputi Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan, WKP II meliputi Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kota Cilegon, WKP III meliputi Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak.

Arahan Pengelolaan Kawasan Perdesaan

Pengembangan kawasan perdesaan dilakukan dengan dasar pertimbangan ekonomi keruangan dan lingkungan dengan mempertimbangan hirarki perdesaan sesuai dengan kriteria pusat desa pertumbuhan. Pertimbangan ekonomi keruangan dalam hal ini adalah untuk menciptakan keseimbangan perkembangan kawasan perdesaan dengan kawasan perkotaan, dalam struktur perekonomian. Kawasan perdesaan akan dikembangkan sebagai kawasan ekonomi berbasis kepada kegiatan pertanian.  Dengan pertimbangan tersebut di atas, maka arahan pengelolaan kawasan perdesaan yang berada di Provinsi Banten merupakan sistem perkotaan dalam wilayah provinsi yang berkaitan dengan kawasan perdesaan dalam wilayah pelayanannya terdiri dari Pusat Kegiatan Lokal (PKL) dan pusat- pusat kecamatan yang berfungsi sebagai pusat pengembangan untuk meningkatkan fungsi desa-desa lainnya serta perlu diikuti dengan peningkatan sarana dan prasarana,

Arahan Pengembangan Sistem Jaringan Transportasi Darat

Pengembangan prasarana transportasi jalan ditujukan untuk memajukan dan  meratakan pembangunan di wilayah Banten. Transportasi jalan berperan untuk melayani  wilayah dalam dua bentuk pelayanan utama. Pertama, transportasi jalan berperan untuk melayani aktivitas ekonomi dalam bentuk pelayanan terhadap pergerakan orang, barang dan jasa.

Arahan Pengembangan Sistem Jaringan Transportasi Laut

Provinsi Banten memiliki dua kawasan Pelabuhan yaitu Pelabuhan di perairan Selat Sunda dan di perairan Teluk Banten dengan jumlah Pelabuhan/dermaga 38 buah.  Pada kawasan perairan Selat Sunda terdapat 20 Pelabuhan Umum dan Pelabuhan Khusus  milik Pemerintah/BUMN dan swasta, termasuk di antaranya Pelabuhan Umum Ciwandan (PT. Pelindo II) dan Pelabuhan Nasional Merak (PT. ASDP). Di kawasan Perairan Teluk Banten, memiliki karakteristik perairan dalam dan kondisi laut lebih tenang yang tidak terpengaruh musim barat, memiliki kedalaman perairan rata-rata lebih dari 10 meter.

Arahan Pengembangan Sistem Jaringan Transportasi Udara

Untuk mendukung kelancaran pergerakan orang dan barang dari dan ke Provinsi Banten dengan menggunakan Bandar Udara Soekarno-Hatta, maka yang diperlukan adalah rencana pembangunan jalan bebas hambatan untuk meningkatkan aksesibilitas ke Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.